Agus Parjito, Ahli Totok Pankreas Pengobatan Alternatif Sembuhkan Diabetes

totok-pankreas-Agus-Parjito
TOTOK PANKREAS – Agus Parjito sedang memijat pasien dengan model pijatan khas untuk menyembuhkan sakit diabetes dan stroke. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

AGUS Parjito, karyawan Dinas Pertanian Karanganyar, sudah lama menekuni pengobatan alternatif yang dia sebut sebagai Bengkel Manusia. Dengan teknik pijatan yang dia kembangkan, dia bisa menyembuhkan hamstring (salah urat pada paha) yang biasa terjadi pada atlet.

‘’Saya menekuni ini sejak lama. Ketika awal saya buka praktek, saya prihatin dengan banyaknya atlet yang terkena hamstring yang menjadikan mereka berhenti dalam waktu lama untuk mengejar prestasi mereka,’’ kata dia.

Agus yang justru insinyur pertanian ini mencoba untuk mendarmabaktikan kebisaannya untuk membantu penderita hamstring, termasuk keseleo engkel. Sehingga mereka tidak perlu istirahat lama, cukup sehari dua hari saja sudah sembuh seperti sedia kala,’’ kata dia kepada Suara Merdeka.com, Selasa.

Baca : Sembilan Tahun Silam, 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus

Baca :Manfaat Saling Tolong Menolong Dalam Kesusahan Dan Penderitaan

Lama kelamaan, kebisaannya itu berkembang. Dari membantu menyembuhkan penyakit ringan, sampai alkhirnya mengobati penyekit berat seperti stroke, jantung, syaraf kejepit, dan sekarang yang terakhir totok pankreas untuk membantu menyembuhkan diabetes dalam waktu hanya dua minggu saja.

Testimoni Haryono (58) seorang warga Karanganyar, yang datang dengan gula darah 550, dia terlihat lemah. Setelah diterapi dua kali dan terapi mandiri setiap pagi dan sore dengan bantuan anaknya, dia ternyata bugar lagi dan gula darahnya turun menjadi hanya 150 saja.

‘’Dokter mengatakan penyakit gula tidak bisa sembuh dengan obat sekalipun. Harus ada pengendalian makan dan minum. Namun bagi saya, itu bisa sembuh. Yakni dengan mengobati pankreasnya, yang saya sebut sebagai totok pankreas. Pijatan di telapak tangan dan kaki yang berhubungan dengan totok pankreas, menjadikan pankreas bisa berfungsi, darah mengali r lancar, dan sembuh,’’ kata Agus.

Baca : Kurang Hati-hati Xenia Nyungsep Saluran Irigasi Klodran

Baca : Margono, Tulis 13 Buku Berkisah Perjalannya Sejak Muda

Dia mempraktekkan pemijatannya ke Haryono yang datang dalam kondisi lunglai, dan sekarang sudah bugar. Setelah itu memang harus menjaga makanan agar tidak sembarangan dan meneruskan pijatan mandiri itu.

Ada lagi cerita Widodo (54) warga Karanganyar yang sudah dua tahun menderita stroke. Saat datang pertama kali, dia tampak mati separoh tubuhnya lunglai bagian kanan, bahkan sudah ngeces di mulutnya dan tidak mampu membersihkan air liurnya yang keluar sendiri.

Setelah datang dan diobati dengan pijatan khusus oleh Agus Parjito dan disarankan melakukan pijatan sendiri pada pagi dan sore secara mandiri, Widodo merasakan hasilnya. Dalam dua bulan, dia sudah tidak ngeces air liurnya keluar sendiri. Jalannya sudah mulai tegak kendati tangan kanannya masih keple sedikit.

Baca : Ribuan Masyarakat Ikuti Makan Tahu Massal, Festival Kampung Tahu Ngabeyan

Baca : Abolpistuk, Inovasi Memanfaatkan Bonggol Pisang

‘’Saat datang kedua kalinya di tempat saya, tinggal menyempurnakan tangannya dan dipijat terus supaya sembuh dan tidak keple lagi. Syaratnya semua pasien itu datang yakin Tuhan memberikan kesembuhan dan semuanya dikembalikan pada-Nya, serta rajin menerapi secara mandiri pagi dan sore.

Kepada semua pasien yang datang maupun yang sekadar konsultasi lewat telepon, Agus selalu menyarankan untuk rajin terapi memijat sendiri. Teorinya dia berikan dalam sekali atau dua kali datang ke rumahnya. Dengan begitu, dia tidak memberatkan pasiennya yang datang dari Papua, Kalimantan Timur seperti Tadjuddin yang orang penting di zamannya.

‘’Yang penting semua Tuhan yang menyembuhkan, saya hanya lantaran saja, sehingga harus yakin Allah akan tetap memberi kesembuhan seberapa berat penyakitnya,’’ kata dia.(Joko DH)

Baca : Kopi Kampeng Hadir Manjakan Penggemar Kopi

Editor : Budi Sarmun