BPJS Terus Dampingi Peserta Program RTW

pabrik-tangan-palsu
PESERTA PROGRAM: Yanwar Roiwafi, peserta pendampingan program return to work berada di pabrik tangan palsu. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

MEMILIKI keterbatasan fisik karena organ tubuh tidak lagi lengkap bukan alasan untuk berpangku tangan. Masih tersedia peluang berharga bagi kalangan berkebutuhan khusus, apabila tetap semangat berkarya.

Kisah hidup itu dialami pria asal Dusun Gading Tulung, Desa Belang Wetan, Kecanmatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten. Pria bernama Yanwar Roiwafi (39) itu bisa menjadi inspirasi bagi kalangan berkebutuhan khusus.

Awalnya Yanwar bekerja sebagai mekanik di PT Gema Nusa tetapi ketika sedang bekerja memperbaiki mesin mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan Yanwar kehilangan empat jari tangan kiri. Ditemui usai berkunjung ke pabrik pembuatan kaki palsu PT Kuspito di Desa Papahan, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/10).

Baca : Fatkhul Laelah Hadirkan Aplikasi Pro Coming untuk Angkat Produk Unggulan Kebumen

Yanwar terlihat bersemangat dan tersenyum. Hari ini merupakan kali pertama Yanwar menjajal tangan palsu yang akan membuatnya seakan normal kembali. Tidak membutuhkan waktu lama tangan palsu yang dipasang ke tangan kirinya ternyata disesuaikan sehingga Yanwar benar-benar merasa nyaman. Sesungging senyum membuncah di wajahnya usai menjajal alat bantu itu, tanda harapannya bersambut.

” Ini salah satu peserta program return to work yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan sejak Juni 2015. Pendampingan kami lakukan sejak terjadi kecelakaan, masa perawatan dan pemulihan sampai bisa mandiri bekerja lagi ke perusahaan,” kata Boby Foriawan, Kepala Cabang BP Jamsostek Kabupaten Klaten.

Baca : 342 Atlet X-Sports Ikuti IOXC 2019 di Karanganyar

Biaya Pengobatan

Boby mengatakan aktivitas Yanwar di PT Gema Nusa tidak akan seperti dulu. Namun demikian dipastikan Yanwar tetap berkontribusi di perusahaan percetakan tersebut. Apalagi pria yang telah memiliki dua anak ini tidak sendiri, BP Jamsostek hadir dengan dengan program jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) guna menjamin semua biaya pengobatan hingga sembuh.

Program itu memberikan manfaat untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja sampai dapat kembali produktif bekerja. Melalui program itu, BPJS Ketenagakerjaan memberi pendampingan selama dan setelah perawatan pengobatan.

Baca : Tolak Stikerisasi Bisa Dianggap Mundur Dari Keikutsertaan Sebagai Keluarga PraSejahtera

Program itu tidak menambah premi dan tidak berpengaruh terhadap saldo program Jaminan Hari Tua. Dalam program Return To Work saat itu, Yanwar diberikan pendampingan. Belajar dari pengalaman Yanwar, diharapkan masyarakat luas sadar akan pentingnya jaminan sosial, dan segera mendaftar BP Jamsostek agar mendapat perlindungan jaminan sosial.

Selain program jaminan kecelakaan kerja, BP Jamsostek ada jaminan kematian dan jaminan hari tua. Yanwar mengatakan perlahan dirinya bisa bangkit kembali dan yakin akan lepas dari keterpurukan. ” Saya berterimakasih banyak kepada BP Jamsostek yang telah mendampingi saya dengan program itu,” kata Yanwar. (Achmad H)

Baca : Arti Tahi Lalat Di Seputar Wajah

Editor : Budi Sarmun