Pola Hidup Tak Benar, Penyebab Penyakit Tak Menular

bupati-yuni-ptm
FOTO ILUSTRASI/https://akurat.co

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pola hidup dan pola makan yang tidak benar masih menjadi salah satu faktor penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM). Selain itu, PTM juga banyak dialami oleh penduduk usia produktif. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko PTM bagi masyarakat usia produktif 15 – 59 tahun.

Sosialisasi dilaksanakan mulai Senin (21/10) lalu dan dilaksanakan di semua kecamatan dan dipimpin Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno, Kepala Dinkes Hargiyanto dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kegiatan bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko PTM.

Bupati Yuni mengajak masyarakat turut mencegah PTM dengan mengendalikan faktor resikonya seperti, merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol.

Baca : Persebi Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Antisipasi Risiko

“Hipertensi, semakin orang sering merokok semakin resiko terkena darah tinggi. Tidak mau olahraga atau melakukan aktivitas fisik 30 menit, dan makan makanan yang tidak sehat,” jelasnya.

Menurutnya, mencegah dan mengendalikan faktor risiko relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan PTM. “Yang menyebabkan kematian juga salah satunya karena penyakit tidak menular,” paparnya.

Sementara PTM yang sekarang ini sering diderita masyarakat salah satunya adalah diabetes. Karena itu Bupati mengingatkan agar menjaga pola makan, tidak makan dan minum yang terlalu manis. “Minum teh jangan terlalu manis biar tidak kena penyakit gula,” tandas Yuni.

Kepala Dinkes Hargiyanto mengatakan kegiatan ini ialah screening PTM, yang memang sudah menjadi programnya. “Kami memang punya program tiga bulan ini dari September hingga November,” jelas Hargiyanto. Dirinya mentargetkan selama tiga bulan itu, 30 ribu orang dapat mengikuti penyuluhan dan terdeteksi hasilnya. “Yang penting kami deteksi dahulu kita lihat dulu hasilnya untuk rekapitulasi hasil nanti setelah kita selesai kegiatan ini,” terang Hargiyanto.

Baca : 9 Bahan Alami Untuk Meredakan Migren

Disediakannya pemeriksaan gratis bagi masyarakat yang meliputi gula, tensi, pendengaran, penglihatan, emosional, dan hipertensi secara langsung dapat memberikan edukasi agar segera diobati. “Jika tinggi kami akan edukasi langsung, jika sudah melebihi batas tentu tenaga kesehatan kami yang akan menangani,” lanjut Hargiyanto.

Dilakukannya penyuluhan PTM ini menurutnya dikarenakan transisi atau pergeseran penyakit menular ke penyakit tidak menular.
Jamiman Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 30% untuk PTM, sebelum terjadi pihaknya mengatakan perlu dilakukan pencegahannya. PTM bisa dicegah dengan gaya hidup yang baik dan teratur. “Pola hidup sehat bisa menerapkan CERDIK, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik seperti olahraga, Diet seimbang, Istirahat seimbang dan Kelola stres,” katanya. Sampai saat ini, pola hidup dan pola makan yang kurang tepat memang menjadi faktor resiko PTM. (Basuni Hariwoto)

Baca : Tinggi, Antusiasme Penderita HD Ikuti Family Gathering Dialisis Rumah Sakit Kasih…

Editor : Budi Sarmun