Fatkhul Laelah Hadirkan Aplikasi Pro Coming untuk Angkat Produk Unggulan Kebumen

Fatkhul-Laelah-uns
FOTO DIRI : Fatkhul Laelah bersama penghargaan yang diterimanya. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya. Hal itu tampaknya dipegang teguh oleh Fatkhul Laelah. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut ingin berkontribusi untuk tanah kelahirannya dan menelurkan sebuah aplikasi berbasis android untuk mempromosikan dan menjual anyaman pandan khas Kebumen yang biasa disebut Complong. 

Ia menjelaskan, bahwa Complong merupakan produk khas Kabupaten Kebumen berupa anyaman setengah jadi yang terbuat dari daun pandan. Saat ini, Kebumen sudah memiliki tiga kawasan sentra yang sudah diresmikan sebagai Kampung Anyaman. Tetapi dalam keberjalanannya, minat masyarakat terhadap produk ini masih rendah, khususnya di kalangan anak muda. 

Baca : ‘Life is Strange 2’ Versi Komplit Dirilis

Baca : Ganjar Kenalkan e-Office Pada Mahasiswa UNS

“Untuk itu saya tertarik untuk mengangkat kearifan lokal dari daerah saya ini dengan cara membantu strategi pemasarannya melalui aplikasi ‘Pro Coming’. Aplikasinya sederhana layaknya aplikasi penjualan pada umumnya, tapi khusus menawarkan Complong,” jelas mahasiswa angkatan 2018 ini.

Selain membantu dari segi strategi pemasaran, Fatkhul menawarkan inovasi pada tampilan Complong Kebumen ini. Jika di beberapa tempat Complong sudah dikembangkan menjadi tas, Fatkhul mencoba untuk menampilkan kekhasan Kebumen melalui hiasan atau gambar pada Complong.

Dalam proses pembuatan gagasan ini, Fatkhul melakukan wawancara di salah satu Kampung Anyaman di Desa Grenggeng, Karanganyar, Kebumen. Berikutnya, Fatkhul pun akan mengembangkan dan merealisasikan gagasan ini melalui empat tahapan. Yaitu tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi.

“Misalnya dengan gambar atau tulisan berupa dagelan ngapak. Lalu gambar destinasi wisata di kebumen yang bagus-bagus. Terlebih pantainya,” imbuh Fatkhul.

Pada tahap persiapan, ia akan mengajukan ide tersebut secara resmi ke pemerintah terkait di Kebumen dan menjalin mitra. Lalu sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial dengan sasaran masyarakat dan wisatawan.

Baca : Pesan Ganjar dan Gus Miftah Soal Ajakan Bermain Medsos, Sampaikan Soal…

Baca : Mahasiswa UNS Diajak Kembangkan Digital Farming

Sementara itu, tahap pelaksanaan akan dilakukan dengan pemberian pelatihan bagi SDM yang akan tergabung.”Kalau evaluasi akan dilakukan per tahapan. Meskipun kemarin saya merancang idenya sendiri, berikutnya saya akan berkolaborasi dengan teman-teman saya yang kompeten di bidang terkait,” paparnya. 

Atas kepedulian dan inovasinya dalam mempromosikan produk unggulan tanh kelahirannya, Fatkhul pun berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Esai Nasional Semarak Festival Keilmiahan (SAFIK) 2019 yang diadakan oleh Saseru Study Club (SSC) FIB UNS. Karya esainya yang  berjudul “Pro Coming (Produk Complong Si Ngapak): Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Melalui Android Guna Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” menyisihkan 9 finalis terbaik lainnya dari berbagai perguruan tinggi Indonesia di babak presentasi final.(Evie Kusnindya)

Baca : Waspadai 8 Aplikasi Smartphone Yang Sering Mencuri Data Pribadi Anda

Editor : Budi Sarmun