Angkat Kuliner Lokal, The Sunan Hotel Gelar Festival Makanan Tradisional

festival-makanan-tradisional-the-sunan-hotel-solo
TRADISIONAL : Pedagang makanan tradisional rambut nenek menunjukkan cara membuat makanan berbahan dasar gula tersebut, dalam jumpa pers menjelang event Festival Makanan Tradisional di The Sunan Hotel Solo, Selasa (22/10). Festival tersebut akan digelar pada 28-29 Oktober mendatang. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

SOLO,suaramerdekasolo.com – The Sunan Hotel Solo bakal menggelar Festival Makanan Tradisional, pada 28-29 Oktober mendatang.

Beragam kuliner lokal dan tradisional, akan ditampilkan dalam acara yang merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-12 The Sunan Hotel pada November mendatang.
General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari mengatakan, festival tersebut digelar dalam rangka menjaga kelestarian budaya kuliner lokal, yang mulai tergerus zaman.

“Kota Solo itu punya akar kuliner  yang menarik. Makanan tradisional yang bercitarasa kuat, dengan akar tradisi yang dalam. Tapi keberadaannya mulai tergeser makanan modern, atau menghilang karena tak ada generasi penerus yang membuatnya,” katanya, Selasa (22/10).

Baca : Fatkhul Laelah Hadirkan Aplikasi Pro Coming untuk Angkat Produk Unggulan Kebumen

Baca : Cerdas dan Kreatif, Sekam Rp 3.000 Disulap Jadi Arang Rp 120.000

Padahal, kuliner tradisional tersebut tak lepas dari akar budaya. “Kami berupaya mengangkat makanan tradisional ini, agar banyak dikenali lagi, digemari lagi, sehingga keberadaannya lestari. Anak-anak muda perlu tahu budaya kuliner aslinya, agar tak hanya mengenal makanan impor yang sedang menjadi trend,” tuturnya.

Dalam festival yang akan digelar di lobi hotel tersebut, pengunjung bisa menikmati beragam jenis makanan tradisional. Mulai dari gethuk, rambut nenek, opak angin, cabuk rambak, pecel, kerengan jahe, leker, rujak lotis, brambang asem, jadah blondo, sate kere, gulali, wedang ronde, putu bumbung, gempol pleret, dan sebagainya.

Baca : Kiat Sukses Bisnis Kuliner, Kuncinya Banyak Sedekah


Selain itu, juga akan digelar talkshow membahas dunia kuliner lokal, serta fashion show lurik.

“Kami berharap, dari acara ini, ke depan kuliner tradisional tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Solo. Tetap lestari, dikenali dan tetap digemari masyarakat, terutama generasi milenial,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Baca : Kopi Kampeng Hadir Manjakan Penggemar Kopi

Editor : Budi Sarmun