3 Desa Garap Kerajinan Souvenir Pernikahan

aneka-produksi-souvenir-polanharjo
PAMERAN : Perajin souvenir Polanharjo, Klaten memamerkan aneka produk souvenir di RSPS Klaten.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KADANG saat hendak menggelar hajatan pesta penikahan, warga Klaten kesulitan mencari souvenir sehingga harus mencari hingga ke Yogyakarta atau Solo. Padahal di Klaten ada sentra kerajinan souvenir yang menyajikan beragam bentuk menarik dengan harga sangat terjankau.

Masyarakat Desa Keprabon, Wangen dan Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten telah lama mengembangkan aneka souvenir pernikahan yang menarik. Ada dompet kion, dompet wanita, tas aneka bentuk, tempat pensil, kipas, dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini, mereka menggelar karyanya pada Pameran Ekonomi Kreatif di halaman RSPD Klaten. Keikutsertaan dalam pameran diharapkan bisa meningkatkan pemasaran produk perajin, karena harganya jauh lebih murah daripada membeli di Yogyakarta atau Solo.

‘’Dompet kecil-kecil berbahan batik dipadu dengan bahan lain ini satu renteng isi 20 harganya hanya Rp 20.000. Ini bisa dijadikan souvenir pernikahan yang menarik, karena dikerjakan dengan rapi,’’ kata Nur Puji Antari salah satu perajin sambil memamerkan produknya.

Dengan mengikuti pameran, maka masyarakat yang membutuhkan souvenir pernikahan dan oleh oleh haji/umroh, bisa mengetahui bahwa di Klaten banyak souvenir menarik. Ada pula dompet dan tas dari limbah plastik warna warni yang dikombinasikan dengan bahan transparan yang cantik.

Selain itu, mengikuti pemaran juga diharapkan mampu membangun mental anggota kelompok dan membangun jiwa kewirausahaan untuk meningkatkan upaya pemasaran produk kerajinan dari Kecamatan Polanharjo. Dengan pemasaran meningkat, maka kesejahteraan perajin juga akan meningkat.

Penuhi Kebutuh Souvenir

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (Persepsi) memfasilitasi kelompok perajin untuk mengikuti Pameran Ekonomi Kreatif di halaman Gedung Sunan Pandanaran RSPD, 17-20 Oktober 2019. Semua itu bertujuan mendorong Livelihood Economic Development.

‘’Untuk membangun jiwa kewirausahaan dan mengembangkan model lembaga Keuangan Mikro, Persepsi melakukan pendampingan di 5 desa di Kecamatan Polanharjo dengan jumlah anggota 75 orang. Dalam setahun, telah terbangun afinitas dan rasa percaya diri untuk berinteraksi dengan pihak luar,’’ ujar Rodi Hanan Wibowo dari Persepsi.

Ada pun sasaran konsumen yang dituju adalah masyarakat Klaten, sehingga dalam memenuhi kebutuhan souvenir pernikahan tidak harus mencari ke Yogyakarta atau Solo. Mereka bisa langsung ke pusat perajin di desa-desa di Polanharjo.

‘’Dengan mendatangi pusat kerajinan souvenir di Klaten, maka harganya akan jauh lebih murah dibanding bisa membeli pada pedagang di Solo atau Yogyakarta, karena tidak melalui rantai pemasaran yang panjang. Selain itu, bisa meningkatkan kesejahteraan perajin kecil,’’ tegas Rodi.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun