Kiat Sukses Bisnis Kuliner, Kuncinya Banyak Sedekah

sukses-wongsolo
MENUJU SUKSES- Pengusaha H Puspo Wardoyo saat menyampaikan sharing bisnis dengan ratusan pengusaha muslim Solo di Ayam Bakar Wong Solo, Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Kamis (17/10) sore. (Suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Seorang pengusaha yang terbilang sukses di bidang kuliner di Kota Solo, salah satunya Puspo Wardoyo. Usahanya membuka warung makan seperti ayam bakar Wong Solo cukup moncer karena cabangnya berada dimana-mana.

Kesuksesannya tersebut tentunya harus melalui perjuangan hingga bertahun-tahun. Memulai bisnis ayam bakar dari kaki lima, kini pria yang lahir di Karangasem, Laweyan, Solo itu kini meraih kesuksesan yang luar biasa.
Menurutnya kunci sukses dalam bisnis yakni banyak amal kepada sesama, bersedekah sebanyak-banyaknya, infaq, zakat yang terus menerus. Tidak tanggung tanggung, Puspo Wardoyo menyedekahkan 30 persen dari rejeki yang didapat untuk bersedekah.

”Peluang bisnis atau usaha apa saja, tentunya harus didasari kerja secara sungguh sungguh dan bersedekah,” kata Puspo Wardoyo saat menjadi pembicara utama dalam acara anjang bisnis (sharing) dihadapan seratusan pengusaha muslim Solo, di rumah makan ayam bakar Wong Solo, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (17/10) sore.

Puspo Wardoyo sangat yakin atas pengalamannya pribadi bahwa keras ikhlas, beribadah tekun, niscaya rejeki dari Tuhan akan terus mengalir.

”Apapun yang kalian minta pasti akan dikabulkan Tuhan. Nah berapapun rejeki yang didapatkan, sedekahkan kepada masyarakat, pasti akan dilipatkan gandakan oleh Allah SWT,” terang lelaki yang memiliki banyak istri tersebut.

Ditambahkan Puspo, dalam bersedekah tidak harus kaya lebih dahulu. ”Sebelum sukses, saya ini orang miskin, awalnya hanya membuka usaha menjual ayam 10 potong ayam di kaki lima di Pasar Sidodadi atau yang dikenal dengan nama Pasar Kleco,” urainya.

Meski masih miskin kala itu, Puspo mau membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.

”Ndak terkira, saat itu rejeki mulai mengalir, bahkan dalam satu hari saja, saya harus memenuhi permintaan pelanggan hingga ratusan ayam potong,” urainya di hadapan ratusan pengusaha yang cukup antusias mendengarkan kisah Puspo Wardoyo sejak miskin hingga kini yang usahanya makin maju dan ada dimana-mana, termasuk membuka usaha yang sama di sejumlah negara.

Disedekahkan

Dengan brand Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo telah memiliki 200 lebih outlet yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, serta luar negeri. Dua outletnya di Jeddah dan 10 di Malaysia.

Kesuksesan seorang Puspo Wardoyo yang menggelitik para pengusaha yang tergabung dalam Komunitas Pengusaha Muslim Solo (KPMI). Mereka berkumpul dan ingin belajar kiat sukses yang kini sudah diraih Puspo Wardoyo.
”Sesuai ajaran agama bahwa roh dalam berbisnis itu ada zakat. Hal itu yang bisa menjadi kunci sukses saya dalam berbisnis. Jangan takut bersedekah, tidak akan mengurangi malah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tandas Puspo.

Puspo Wardoyo oleh masyarakat di Kampungnya di Karangasem, Laweyan, dikenal sebagai seorang dermawan. Uang ratusan juta rupiah setiap bulannya selalu disedekahkan, baik itu untuk amal, kemanusiaan hingga kegiatan sosial.

Rachmad Purwanto, selaku Ketua KPMI Solo berharap bisa mendapat ilmu bisnis dari pakarnya. ”Kita hidup dalam persaingan bisnis maka kita harus banyak belajar dari pakarnya, dalam hal ini dari Puspo Wardoyo,” kata Rachmad. (Sri Hartanto)


Editor : Budi Sarmun