Pendidikan di Vietnam Peringkat Tiga Dunia, Indonesia Posisi Berapa ?

Program-Pintar-Tanoto-Foundation
MENGIKUTI PELATIHAN : Para peserta mengikuti pelatihan praktik baik modul II manajemen berbasis sekolah Program Pintar Tanoto Foundation di rumah makan Alami Sayang, Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (15/10). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Prestasi pendidikan di negara Vietnam mampu menempati peringkat tiga dunia. Sementara itu, Indonesia masih bercokol pada peringkat 62 dunia. Penilaian yang dibuat organisasi pembangunan dan kerja sama ekonomi (OECD) tersebut menunjukkan kemajuan pesat di Vietnam, sehingga jauh meninggalkan Indonesia.

Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Jawa Tengah, Nurkolis mengungkapkan, rakyat Vietnam mempunyai komitmen kuat dalam mengembangkan dunia pendidikan. “Mereka menyadari bahwa negaranya tertinggal, sehingga mereka ingin berubah melalui pendidikan,” katanya usai menggelar pelatihan praktik baik modul II manajemen berbasis sekolah Program Pintar Tanoto Foundation di rumah makan Alami Sayang, Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (15/10).

Baca : 7 Tips Hemat ala Anak Kost agar Uang Cukup Sebulan

Pemeringkatan itu dilakukan setiap tiga tahun sekali. Adapun sebagian variabelnya diukur dari prestasi Matematika, IPA, dan pelajaran membaca. “Salah satu faktor yang membuat Indonesia tertinggal adalah rendahnya budaya membaca. Oleh karenanya, pemerintah sejak 2015 lalu menggalakkan budaya literasi untuk mendongkrak minat baca,” terangnya.

Di sisi lain, pelatihan tersebut menyajikan materi tentang supervisi pembelajaran transparansi dan akuntabilitas kepala sekolah. Ada tiga peran penting kepala sekolah, yakni menjalankan kepemimpinan perubahan, pemimpin pembelajaran dan kepemimpinan kewirausahaan. “Kepala sekolah harus bisa memunculkan ide kreatif untuk memajukan sekolah,” terangnya.

Oleh karena itu, kepala sekolah harus bisa merencanakan program dan melakukan serangkaian kegiatan agar tujuan utama pendidikan tercapai. Setiap sekolah wajib mempunyai program kerja yang holistik, mulai dari Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).

Baca : Tolak Stikerisasi Bisa Dianggap Mundur Dari Keikutsertaan Sebagai Keluarga PraSejahtera

Fasilitator Program Pintar Wonogiri Lulis Ambarwati mengatakan, peserta mendapatkan tips dan trik untuk mengimplementasikan sekolah efektif. “Selama ini, supervisi pembelajaran dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban. supervisi pembelajaran transparansi dan akuntabilitas penting bagi kepala sekolah untuk mengetahui langkah yang dilakukan dalam mengelola sekolah,” kata Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri itu. (Khalid Yogi)

Baca : Manfaat Saling Tolong Menolong Dalam Kesusahan Dan Penderitaan

Editor : Budi Sarmun