Student Food Creativity Memantik Ekonomi Kreatif di Kalangan Pelajar

pengolahan-pangan-kreatif
PANGAN KREATIF:Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau salah satu stan pelajar dalam Student Food Creativity Competition (SFCC) XIII yang digelar di UNS Inn, Rabu (9/19). (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Bahan pangan lokal tersedia melimpah di sekitar kita. Namun diperlukan kreativitas untuk mengolahnya menjadi pangan yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi namun dengan rasa yang tetap lezat. Kreativitas ini bahkan jika dikelola dengan baik bisa menjadi salah satu sumber penghasilan.

Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi upaya mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang memantik kreativitas pengolahan pangan melalui Student Food Creativity Competition (SFCC) XIII yang digelar di UNS Inn, Rabu (9/19). Menurut Ganjar, ajang tersebut bisa menumbuhkan sektor ekonomi kreatif.

“Saya tertarik untuk hadir di sini karena anak muda mulai menyentuh ekonomi kreatif. Saya ingin melihat dan mengapresiasi anak-anak kreatif. Saya juga lihat bahan-bahan yang digunakan pun adalah bahan lokal dan rempah-rempah,” ujar Ganjar dalam sambutannya.

Baca : Layani Kebutuhan Informasi, PN Karanganyar Luncurkan Asminah

Baca : Waspadai 8 Aplikasi Smartphone Yang Sering Mencuri Data Pribadi Anda

Ganjar mengemukakan, di Jawa Tengah, nama makanan saja dapat menjadi branding yang kemudian membuat masyarakat lainnya ingin tahu karena unik dan menarik perhatian. Padahal makanan dengan bentuk dan rasa yang sama juga ada di daerah lain dan namanya juga berbeda. Bisnis kuliner tersebut, lanjutnya, akan semakin potensial jika dikombinasikan dengan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini.

Ganjar mencontohkan salah satu bisnis yang tengah dirintis oleh dua orang pemuda dengan aplikasi Madang. Ia pun berharap agar kreativitas para pelajar tersebut tidak berhenti pada kompetisi ini saja. Menurutnya bisnis makanan atau kuliner kreatif memiliki peluang yang luar biasa.

Era Revolusi Industri

Ganjar mengemukakan, tes publik terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh para pelajar dalam kompetisi tersebut perlu diuji coba secara publik. Sebab produk-produk tersebut sangat mungkin menjadi tren kuliner baru.

“Kalian kembangkan ide-ide kreatif kalian itu, terus pasarkan, jangan pernah berhenti. Semua itu dimulai dari bercanda dan dari kecil. Tapi itu adalah investasi kesuksesan kalian. Kami butuh puluhan juta pengusaha. Ini era disrupsi, siapkan diri, siapkan lompatan dengan seluruh teknologi dan pengetahuan didampingi orang-orang hebat ini,” tutur Ganjar.

Baca : Kaesang Resmi Bergelar Sarjana, Putra Sulung Presiden Joko Widodo Diwisuda Hari Ini Di Singapura

Iskar Lazuardi, Ketua SFCC XIII UNS mengemukakan, kegiatan tersebut berfokus pada inovasi makanan atau kuliner berbasis rempah-rempah. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para pelajar untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya agar dapat menjadi generasi unggul yang siap bergelut di era revolusi industri 4.0.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini