Mahasiswa UNS Diajak Kembangkan Digital Farming

digital-farming-uns
Ketua Tim Precission Agriculture Pupuk Kaltim Tim FX Dwi Rusiawan memberikan materi dalam Seminar dan Bisnis Perusahaan Goes To Campus Fakultas Pertanian UNS. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com -Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) diajak berkontribusi pada sektor pertanian terutama pengembangan pertanian berbasis digital.

“Regenerasi petani sudah sangat dibutuhkan, sudah saatnya pertanian berbasis teknologi digital dikembangkan sehingga generasi muda tertarik menjadi petani. Mahasiswa UNS maupun alumni bisa ikut berkontribusi untuk pengembangannya, ” kata Ketua Tim Precission Agriculture Pupuk Kaltim Tim FX Dwi Rusiawan dalam Seminar dan Bisnis Perusahaan Goes To Campus Fakultas Pertanian UNS, Rabu (9/10).

Menurutnya, saat ini sudah saatnya petani untuk go digital dibarengi dengan penguatan teknologi di sektor pertanian. Dengan pertanian digital, diharapkan generasi milenial kembali berminat untuk mengembangkan pertanian.
Digitalisasi pertanian ini lanjutnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Petani Indonesia pun tidak akan kalah dengan petani di berbagai negara lain yang sektor pertaniannya sudah jauh lebih baik.

Baca : Kaesang Resmi Bergelar Sarjana, Putra Sulung Presiden Joko Widodo Diwisuda Hari Ini Di Singapura

Baca : Dewan Riset Nasional Tertarik Cafe Sawah Jomboran, Dijadikan Percontohan Nasional

Namun diakui, masih ada kendala yng dihadapi untuk mengembangkan digital farming, salah satunya sistem pertanian masih berkutat pada on farm dan sukit dikembangkan. Mereka belum teredukasi untuk emmanfaatkan kemajun teknologi digital untuk menunjang usaha pertaniannya. Petani yang kebanyakan tak lagi mida juga dinilai sulit untuk dikenalkan dengan berbagai teknologi digital.

Dikemukakan, Pupuk Kaltim yang berkecimpung pada sektor pertanian terutama produsen pupuk bersubsidi telah meluncurkan inovasi di bidang pertanian, salah satunya petanipedia.

Petanipedia tersebut menurutnya dikembngkan Pupuk Kaltim dengan menggandeng perguruan tinggi untuk mengisi konten dari aplikasi tersebut. Aplikasi itu diharap mampu mengedukasi para petani. Dengan aplikasi tersebut, petani yang selama ini banyak mengandalkan penyuluhan dari etugas penyukuh ertanian bisa secara mandiri memperoleh informasi dan pengetahuan.

“Karena industri pupuk ditopang dari berkembang sektor pertanian maka kami juga ikut turun tangan agar pertanian berkembang, ” katanya. (Evie Kusnindya)

Baca : Rutan Wonogiri Libatkan 17 Napi, Sulap Lahan Tidur Jadi Agriwisata,

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini