Waterpark Pluneng Ditarget Selesai Desember, Objek Wisata Baru Klaten

kolam-klaten1
KOLAM RENANG : Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten membangun waterpark di samping pemandian Tirto Mulyono senilai Rp 2 miliar.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Pembangunan Capai 60 Persen

TAK dipungkiri lagi, bila Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten mempunyai sumber air yang melimpah. Potensi itu yang kini sedang digali dengan membangun Waterpark senilai Rp 2 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan keuangan dari APBD Klaten Tahun 2019.

Waterpark terdiri atas kolam renang dewasa, kolam anak-anak, waterboom, arena bermain dan fasilitas pendukung lainnya. Letaknya tepat di samping pemandian Tirto Mulyono yang sudah cukup dikenal karena sering digunakan untuk terapi oleh penderita stroke dan syaraf kejepit.

‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sri Mulyani yang telah memberikan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun waterpark. Sampai saat ini, pembangunannya sudah mencapai 60 persen lebih, meski anggaran baru cair 50 persen,’’ kata Kades Pluneng, Wahyudi.

Waterpark dibangun di lahan kas desa seluas 3800 meter persegi. Di dalamnya juga dibangun kamar ganti, area parkir di sisi selatan dan loket tiker di sisi timur. Rencananya, ke depan kawasan itu akan dikembangkan lagi dengan pembangunan ruko atau kios kuliner bagi pengunjung waterpark.

‘’Nanti akan ada water tank, kolam anak, dan pemandian arus. Rencananya, keramik hanya akan dipasang di bagian tepi kolam, sedangkan kolamnya akan dicat agar perawatan lebih mudah. Target pembangunannya akan selesai Desember mendatang,’’ kata Wahyudi.

Desa Wisata Air

Dia menambahkan, kolam lama dengan sumber air alami dengan luas areal sekitar 1500 meter persegi akan dipertahankan. Selain untuk terapi, Umbul Tirto Mulyono sudah bisa menjadikan anak-anak Klaten menjadi atlet renang nasional dan internasional.

‘’Kami memberi kesempatan atlet untuk berlatih, namun memang kami minta agar jangan semua line dipakai agar kami juga masih bisa dapat hasil. Kalau hanya untuk latihan saja, maka kami tidak dapat hasil. Desa ini desa wisata air yang bisa berdayakan sumber air untuk untuk menambah PAD,’’ ujar dia.

kolam-klaten2

Dia berharap, pembangunan waterpark bisa selesai sesuai rencana dan segera dibuka untuk umum. Saat ini, kolam Pluneng sudah dikelola oleh BUMDes Tirta Sejahtera dengan Direktur Agung Hariyanto. Tahun 2018 lalu, sudah mampu menyumbang PAD Rp 354,4 juta. Tahun 2019 ini ditarget Rp 400 juta.

Bupati Sri Mulyani berharap agar kebijakan memberikan bantuan keuangan untuk pembangunan waterpark bisa mendatangkan manfaat yang cukup besar bagi warga Desa Pluneng. Selain bisa menambah pendapatan asli desa, tentunya bisa menyerap tenaga kerja dari desa setempat.

Dia berharap agar obyek wisata air itu dikelola dengan baik dan terus dilakukan inovasi kreatif sehingga semakin banyak masyarakat yang datang berkunjung. Dengan demikian, pembangunan waterpark akan bisa meningkatkan kesejahteraan warga Desa Pluneng.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini