Gaya Nagih Utang Sambil Nyanyi Ini Viral, Lihat Videonya

utang-piutang
FOTO ILUSTRAS

URUSAN utang piutang terkadang membawa berkah manfaat karena mempererat persaudaraan, kekerabatan, dan tentunya saling tolong menolong dalam kesusahan.

Itu apabila urusan utang piutang perseorangan dilakukan di luar bank atau lembaga perkreditan, dan akadnya berjalan lancar.

Lalu bagaimana bila ternyata urusan utang piutang itu tidak berjalan lancar sesuai keinginan keduabelah pihak.

Taruhlah, pihak yang diberi utang ternyata tidak bisa memenuhi kewajibanya membayar utang sesuai perjanjian di awal. Sedangkan pihak pemberi utang juga sangat membutuhkan dana yang diutangkan itu untuk keperluan yang juga mendesak, seperti berobat, membayar biaya sekolah, pendidikan atau memenuhi kebutuhan keluarga.

Alhasil pihak pemberi utang akan menuntut haknya. Jika itu urusanya dengan saudara atau famili mungkin saja intensitas penagihan berjalan secara kekeluargaan. Tapi bila itu teman atau rekan kantor bisa jadi intensitas penagihan bisa lebih tinggi dan bahkan akan berujung adu mulut dan adu otot atau jasa penagih.

Namun di video berikut ini yang viral di medsos khususnya instagram menunjukkan ada hal menarik dan kreatif yang dilakukan pihak pemberi utang saat menagih.

Si penagih utang datang ke pihak pemilik utang untuk meminta pertanggung jawabannya. Cara penagihannya adalah dengan bernyanyi-nyanyi ala rapper.

Tidak jelas diman dan kapan video ini direkam. Namun kejadian ini jelas menggelitik dan kadang menyentil masyarakat kita.

“Jadi pas butuhduit, omonganya semanis madu. Tapi pas giliran ditagih, seolah-olah,” kata Ety, netizen yang kebetulan memiliki video berdurasi sekitar 30 detik ini.

Menurutnya, adegan video semacam itu sebenarnya sudah lazim. Namun, cara menagih dengan bernyanyi di depan rumah sambil memukul pagar sebagai alat musik ini yang unik.

Ety mengatakan, video semacam itu diharapkan jadi pembelajaran agar kita senantiasa amanah dan dipercaya bila berurusan dengan utang piutang, apalagi dengan hal yang berurusan dengan duit. (*)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini