Boyolali Kenalkan Seni Bonsai dari 15 Pohon Lokal

Gelar-Bonsai-Boyolali-2019
PAMERAN- Masyarakat melihat tanaman bonsai dari berbagai pohon lokal yang dipamerkan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupatan Boyolali, Minggu (29/9). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdekasolo.com– Ketenaran tanaman bonsai yang kian meredup, berbagai upaya dilakukan agar ”tanaman kerdil” itu kembali populer. Nah untuk menghidupkan gairah perbonsaian, Komunitas Belajar Bonsai Boyolali memperkenalkan seni bonsai melalui kegiatan Gelar Bonsai Boyolali 2019 untuk masyarakat pada hari Sabtu -Minggu, 28-29 September 2019. Selama dua hari, komunitas pecinta bonsai tersebut berkesempatan mengadakan acara seni bonsai kali pertama di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali.

Ketua Komunitas Belajar Bonsai Boyolali, Sindu Budoyo (41) mengemukakan, seni bonsai yang dipamerkan adalah bonsai yang sudah matang dan siap dikonteskan.

”Bonsai yang ditampilkan merupakan semua jenis bonsai yang kecil hingga besar maupun yang belum matang hingga yang sudah matang,” jelasnya saat ditemui di lokasi acara, Minggu (29/9).

Untuk menggali potensi tanaman yang ada di Boyolali, lanjut Sindu, seni bonsai yang ditampilkan berasal dari pohon asli lokal Boyolali yang memang dicari oleh setiap anggota Komunitas Belajar Bonsai Boyolali. Ada sekitar 15 jenis bonsai yang ditampilkan. ”Bonsai yang dipamerkan semuanya berasal dari bermacam pohon lokal dari Boyolali,” ungkapnya.

Ditambahkan Sindu, selain pameran, ada juga praktik membuat bonsai untuk exhibition, penggadaan bahan bonsai, dan bursa peralatan dan pernik bonsai. Jadi, masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara menanam, cara memupuk, apa saja alatnya, jadi bukan hanya menampilkan seni bonsai saja.

”Karena memang tujuan awal didakannya pameran untuk memberikan pembelajaran dan pengetahuan kepada masyarakat akan adanya seni bonsai,” terangnya.

Acara yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali tersebut, cukup menarik perhatian dari berbagai masyarakat untuk datang serta mengenal seni bonsai.

Adapun berbagai pohon yang diminati, diantaranya, Bogenville dan pohon serut. ”Kalau ibu-ibu lebih minat dengan jenis bogenville, dan yang laki-laki biasanya lebih tertarik dengan jenis pohon serut,” urai Ketua Komunitas Belajar Bonsai Boyolali itu.

Pengunjung bukan hanya masyarakat yang sudah ahli dalam seni bonsai, namun masyarakat awam juga penasaran ingin melihat dan mempraktikkannya. Salah satu pengunjung, yakni Nardi (55) warga Bogor mengungkapkan, acara seperti ini mestinya sering dilakukan. ”Hal seperti ini bisa memberikan kesempatan bagi komunitas maupun masyarakat umum untuk mengetahui seni bonsai, bahkan bisa juga digunakan untuk menarik pengungjung untuk praktik dan membeli,” paparnya. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini