Potensi Pasar Tinggi, Petani Nglurah Mulai Budidayakan Krisan

Petani-Nglurah-Budidayakan-Krisan1

KARANGANYAR – Pot-pot berdiameter 15-an cm ditata berjajar di atas sejumlah meja, yang berada di green house untuk uji coba budidaya tanaman krisan di Lingkungan Nglurah, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu, Selasa (24/9).

Tak berselang lama, ratusan pot itu ditanami bibit tanaman krisan, oleh 100-an petani warga Nglurah, yang mengikuti kegiatan Program Pengembangan Kapasitas Usaha Klasterisasi Tanaman Hias di Lingkungan Nglurah.

Pelatihan selama lima kali pertemuan itu digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Surakarta, kepada petani tanaman hias yang merupakan nasabah dari perusahaan pembiayaan milik negara tersebut.

Sembari mendengarkan penjelasan Wagimin, petani yang menjadi tutor pelatihan, tangan-tangan petani tanaman hias itu dengan cekatan meletakkan bibit krisan ke pot yang tersedia.
“Jangan sampai terlalu dalam memasukkan bibit ke tanah. Satu pot diisi lima bibit saja. Kalau kelebihan, dipindahkan ke pot lain yang masih kurang,” teriak Wagimin.

Ditemui di sela acara, Wagimin mengatakan, meski peserta pelatihan adalah para petani tanaman hias, namun mereka masih awam dalam hal budidaya krisan.

“Sebab selama ini belum ada petani di Nglurah yang membudidayakan krisan. Padahal, dalam sepekan, pedagang tanaman hias di Nglurah bisa pasarkan 5 ribu pot krisan ke berbagai kota. Tapi krisan yang dijual didatangkan dari Malang atau dari daerah lain,” tuturnya.
Petani menyadari, bahwa permintaan pasar bunga krisan tinggi. Bahkan, pasarnya sudah terbentuk. Harga jual ke konsumen juga cukup menarik, antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per pot.

Pengolahan Tanah

“Tapi karena keterbatasan pengetahuan, belum ada yang berani budidaya. Makanya, dengan pelatihan ini, kami berharap nantinya krisan bisa dibudidayakan di Nglurah. Sehingga petani bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi,” lanjutnya.

Tanaman hias tersebut, cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 700 hingga 1.100 mdpl. “Tanah di Nglurah cocok untuk budidaya krisan. Kalau ini berhasil, petani akan diuntungkan. Konsumennya sudah jelas. Tidak perlu mencari-cari pasar lagi,” tambahnya.

Petani-Nglurah-Budidayakan-Krisan2

Pemimpin Cabang PNM Surakarta Budi Santoso mengatakan, pelatihan dilakukan setelah adanya masukan dari nasabah yang menginginkan budidaya tanaman krisan sebagai potensi baru di wilayah Nglurah. Ada 100-an petani tanaman hias yang ikut dalam pelatihan, yang merupakan bentuk pendampingan dari PNM terhadap nasabahnya.

“Kami undang fasilitator dari beberapa instansi, untuk memberi pelatihan tentang bagaimana membudidayakan krisan, pengolahan tanah, sampai ke pemasarannya. Kami siapkan juga green house untuk uji coba budidaya krisan,” katanya.

Dikatakannya, selama ini petani di Nglurah belum ada yang membudidayakan krisan, meskipun telah menyadari bahwa potensi pasar tanaman tersebut tinggi. “Krisan ini pasarnya luas. Permintaannya tinggi. Kalau ini berhasil, income petani bertambah, kesejahteraan mereka akan lebih baik,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini