Di Tangan Iik Endang Limbah Plastik Dan Kompos Jadi Elemen Estetika Interior

IMG-20190923-WA0081-olah-sampah
Sampah untuk menghias interior rumah. Kegiatan ini merupakan program dari P2M UNS. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO – Tidak selamanya sampah tidak memiliki fungsi atau nilainya. Di tangan Iik Endang, sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berharga. Bahkan sampah ini bisa menjadi elemen estetika interior.

Pemanfaatan ini merupakan program dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. dan Iik Endang menjadi Ketua dari tim tersebut.

 Tim melakukan pengolahan dan pemanfaatan limbah plastik serta kompol sebagai elemen estetika interior. Program ini diberi judul, “Pemanfaatan Limbah Plastik Dan Kompos Untuk Memproduksi Tanaman Hias Sebagai Elemen Estetik Interior Di Bank Sampah Gulon Asri, Jebres, Surakarta”.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (22/9) lalu dan diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dari sejumlah RW. Mulai dari RW 12, 19, 20, 21, 26, dan 27. Iik menyampaikan, yang terpenting dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengolahan limbah. Sehingga, pengolahan limbah atau sampah bisa dilakukan dengan tepat. 

“Sehingga bagi para peserta mempermudah untuk mengetahui jenis-jenis limbah, dan penjelasan tentang pentingnya memisahkan limbah-limbah tersebut,” ungkapnya, Selasa (24/9).

Iik menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari para peserta pastinya selalu bersentuhan dengan bidang interior. Terutama dalam menghias ruangan rumah. Mungkin ada anggapan bahwa menghias interior rumah memerlukan biaya yang besar. Padahal, tidak seperti itu. Karena menghias interior bisa dilakukan dengan biaya yang cukup murah dan bahannya bisa didapatkan dengan mudah.

 “Para peserta mengira bahwa bidang desain interior tersebut membutuhkan dana yang besar untuk mewujudkan sebuah ruangan yang estetika tersebut. Diharapkan setelah penjelasan terhadap materi limbah plastik menjadi wadah tanaman hias tersebut, perspektif ibu-ibu tersebut terhadap desain interior dapat berubah,” tambahnya. 

Kelestarian Lingkungan

Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghias interior yakni dengan mengubah botol plastik menjadi wadah tanaman hias. Pelatihan ini setidaknya dapat menambah kemampuan ibu-ibu untuk dapat mengolah limbah-limbah yang sering ditemui. Sehingga dapat memberi kontribusi terhadap kelestarian lingkungan. 

“Selain menumbuhkan kesadaran terhadap pengolahan limbah, pelatihan ini juga menumbuhkan daya kreatifitas ibu-ibu dalam mengolah sampah menjadi lebih sesuatu yang lebih bermanfaat. Tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi usaha sampingan sehingga meningkatkan perekonomian keluarga secara tidak langsung,” tandasnya. (Ari Purnomo ApL)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini