Dosen UNS Kembangkan Mesin Pengolah Limbah Kayu

mesin-mini-cold-karya-dosen-uns
MESIN MINI COLD: Dosen Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) mampu mengembangkan mesin mini cold press untuk pengolahan limbah kayu.(suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Dosen Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) mampu mengembangkan mesin mini cold press untuk pengolahan limbah kayu. Lewat mesin ini, maka limbah kayu dari pengrajin mebel akan diolah kembali menjadi kerajinan berbahan kayu yang punya nilai jual tinggi.

“Biasanya itu limbah kayu dari pengrajin tidak digunakan langsung dibuang, padahal itu bisa dimanfaatkan. Tapi dengan mini cold press limbah itu akan dijadikan kerajinan yang punya nilai jual tinggi,” terang penggagas Mesin Mini Cold Press, Bambang Sulistyono, Minggu (22/9).

Untuk proses pengolahannya itu limbah kayu hasil dari pengrajin dikumpulkan jadi satu. Lalu limbah tersebut di press menggunakan alat dan menjadi bahan baku yang sudah padat. Bahan yang sudah baku itu lalu dimanfaatkan untuk membuat aneka produk kerajinan kayu sesuai keinginan pengrajin.

“Mesin ini sudah kami cobakan di pengrajin mebel Desa Bulukan Kecamatan Sukoharjo. Mereka sangat antusias dan tertarik dengan mesin ini, bahkan merasa terbantu karena mampu mengolah limbah kayu dari sisa-sisa mebel,” ungkap Dosen Interior FSRD UNS ini.

Pada proses pembuatan kerajinan memakai mesin spinser yang merupakan penggabungan alat mesin serkel (pemotong kayu) dan mesin spindle (pembentuk kayu). Itu membuat sangat efisien pada penggunaannya serta alat wood steamer untuk mengoptimalkan pengolahan kayu pada bentukan lengkung yang butuh presisi dan konsisten. Hasil riset pada pengrajin mebel tentang teknologi ini bisa mengoptimalkan dan mengolah limbah kayu dengan introduksi alat penunjang produksi.

“Ini akan mempermudah produksi industri mebel. Dengan pengolahan limbah kayu menggunakan mini cold press menghasilkan bahan baku terbaru. Bahkan ini mampu menjawab kendala produksi skala kluster, karena memang setiap order dari pembeli selalu memiliki kendala yang berbeda,” paparnya.

Inovasi dan Efisensi

Menurutnya, pengembangan program produk teknologi ini disemanasikan ke masyarakat yang di fasilitasi pendanaan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat (DRPM) Kemenrisdikti.

Sementara itu salah satu pengrajin mebel, Ali mengatakan jika program ini sangat bermanfaat untuk inovasi dan efesiensi penggunaan material. Berharap program ini agar dapat berjalan kontinyu, karena masih perlunya pendampingan yang berkesinambungan terutama pemerintah daerah.

“Peralatan ini sangat berguna sekali bagi kluster mebel Desa Bulakan. Kami minta adanya pendampingan pemerintah, mungkin terkait diversifikasi dan pengembangan desain produk dari industri mebel di Desa Bulakan untuk menjadi daerah kluster yang sebenarnya,” tandas dia. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini